ETIKA SOSIAL
Untuk Memenuhi Tugas
Etika Profesi
Oleh Kelompok 1
Hendy Augustama (201531032)
Haikal Aufar (201531041)
Eka Nurul Ishla Aslihi (201531085)
Dewi Sri Rezeki (201531199)
JURUSAN S1 TEKNIK INFORMATIKA
SEKOLAH TINGGI TEKNIK-PLN
JAKARTA
2017
Kata Pengantar
Dengan
menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Kami panjatkan
puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah “Etika Sosial” untuk memenuhi tugas
mata kuliah “Etika
Profesi”.
Makalah “Etika
Sosial” ini telah kami susun
dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat
memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima
kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari
sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun
tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala
saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
Akhir
kata kami berharap semoga makalah etika sosial ini dapat memberikan manfaat
maupun inpirasi terhadap pembaca.
Jakarta, Maret 2017
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Di zaman
modern ini, masalah etika di Indonesia mulai mengalami penurunan. Sebagian
besar masyarakat mulai mengabaikan persoalan erikanya. Terutama etika dalam
pergaulan. Hal ini terjadi di akibatkan masuknya ajaran-ajaran barat yang
akhirnya mengikis ada budaya masyarakat Indonesia secara perlahan-perlahan.
Etika
adalah sebuah refleksi kritis dan rasional mengenai nilai dan norma moral yang
menentukan dan terwujud. Nilai yang terkandung dalam ajaran berbentuk petuah-petuah,
nasihat, wejangan peraturan, perintah dan semacamnya. Pada dasarnya memberi
kita orientasi bagaimana dan kemana kita harus melangkah dalam hidup ini.
Etika memiliki keterkaitan dengan pergaulan sosial,
sebagaimana yang diketahui apabila seseorang bergaul tanpa ada etika yang
mengaturnya tentu pergaulan tersebut akan rusak. Sebagai contoh yakni pergaulan
dalam remaja. Remaja merupakan generasi penerus yang akan datang yakni penerus
yang akan membangun bangsa ke arah yang lebih baik yang mempunyai
pemikiran jauh ke depan dan dapat menciptakan kegiatan yang dapat menguntungkan
dirinya sendiri,keluarga, dan lingkungan sekitar, oleh karena itu remaja
tersebut perlu mendapatkan perhatian dari orang tua dan masyarakat sekitar.
Banyak kita dengar sekarang di media massa maupun media elektronik ada remaja
yang berprestasi dan ada remaja yang melakukan
tindakan-tindakan atau perbuatan diluar kesadarannya yang merugikan
dirinya dan orang lain seperti pergaulan bebas, remaja yang menggunakan narkoba
dan kurang sopan dalam berbicara.
Hal di atas terjadi karena kurangnya etika dalam
kehidupan sehingga menyebabkan terjadinya perilaku-perilaku yang menyimpang.
Namun sebaliknya apabila etika ditanamkan dalam kehidupan maka akan dalam hal
ini kami mengambil judul “Etika Dan Pergaulan Sosial” guna dengan
risalah ini sedikit atau banyaknya agar memahami bagaimana etika yang baik
dalam pergaulan, dan sebaliknya dan bagaimana etika yang buruk dalam pergaulan.
1.2. Rumusan Masalah
- Apa yang dimaksutd dengan etika?
- Apa sajakah pembagian etika?
- Bagaimanakah sistematika etika?
- Apakah pendapat dan aliran dalam etika?
- Apa sajakah etika dalam pergaulan sosial?
1.3. Tujuan
Pembelajaran
1.
Mahasiswa dapat
mengetahui tentang etika
2.
Mahasiswa dapat membagi
beberapa macam etika
3.
Mahasiswa dapat
mengetahui sistematika etika
4.
Mahasiswa dapat
mengajukkan pendapat dan aliran dalam etika
5.
Mahasiswa dapat
menerapkan etika dalam pergaulan sosial
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.
Pengertian
Etika
Pengertian
Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah
"Ethos", yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika
biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah
dari bahasa Latin, yaitu "Mos" dan dalam bentuk jamaknya
"Mores", yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang
dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal
tindakan yang buruk.
Etika
adalah sebuah refleksi kritis dan moral yang menentukan dan terwujud dalam sikp
dan dola perilaku hidup manusia, baik secara pribadi maupun kelompok. Menurut
Magnis Suseno, etika adalah sebuah ilmu dan bukan suatu ajaran.
Moralitas
adalah sistem nilai tentang bagaimana kita harus hidup secara baik sebagai
manusia. Sistem nilai ini terkandung dalam ajaran berbentuk petuah-petuah,
nasihat, wejangan peraturan, perintah dan
semacamnya yang bersifat turun temurun. Jadi
moralitas adalah petunjuk konkrit yang siap pakai tentang bagaimana kita harus
hidup sedangkan etika adalah perwujudan secara kritis dan rasional ajaran moral
yang siap pakai itu.
Pada
dasarnya keduanya memberi kita orientasi bagaimana dan kemana kita harus
melangkah dalam hidup ini. Tetapi bedanya moralitas langsung mengatakan “inilah
caranya harus melangkah”, Sedangkan
etika justru mempersoalkan “apakah harus melangkah dengan cara ini dan
mengapa harus dengan cara ini”
2.2. Pembagian Etika
Dalam
kaitannya dengan nilai dan norma, kita menemukan 2 macam etika:
·
Etika deskriptif,
berbicara mengenai fakta apa adanya, yakni mengenai nilai dan pola prilaku
manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas konkrit
yang membudaya
·
Etika normatif, berbicara
mengenai norma-norma yang menentukan tingkah laku manusia, serta memberi
penilaian dan himbauan kepada manusia untuk bertindak sebagaimana seharusnya
berdasarkan norma-norma.
Perbedaannya
adalah etika deskriptif memberi fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan
tentang perilaku dan sikap yang mau
diambil sedangkan etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma
sebagai dasar dan kerangka tindakan yang diputuskan.
Secara
umum norma dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:
·
Norma khusus, contohnya
bermain bola
·
Norma umum, terdiri dari:
ü
Norma sopan santun,
contohnya cara bertemu, makan, duduk dan sebagainya
ü
Norma hukum, lebih tegas
dan pasti karena dijamin oleh hukum terhadap para penggarnya
ü Norma
moral, yakni aturan mengenai sikap dan perilaku manusia sebagai manusia.
Penilaiannya bukan berdasarkan profesi tetapi manusia yang menjalankan profesi
tertentu.
2.3. Sistematika Etika
Etika
secara umum dapat dibagi menjadi 2 kategori:
·
Etika umum, berbicara
mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, mengambil
keputusan secara etis serta tolak ukur dalam menilai baik buruknya suatu
tindakan.
·
Etika khusus, merupakan
penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus.
Penerapan seperti “bagaiman saya mengambil keputusan dan bertindak dalam bidang
kehidupan dan kegiatan khusus yang lakukan yang didasari olah cara, teori dan prinsip
moral dasar”
ü Etika
individual, menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri
ü Etika
sosial, berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai
anggota manusia
2.4. Pendapat dan Aliran dalam Etika
2.4.1.
Etika Deontology
Deontolgi
berarti kewajiban (duty) maksudnya bahwa manusia ditekankan untuk berbuat baik.
Menurut etika ini suatu tindakan dikatakan baik bukan nilai berdasarkan akibat
atau tujuan baik dari tindakan itu, melainkan berdasarkan tindakan itu sendiri
sebagai baik pada dirinya sendiri.
Menurut
Immanuel Kant (1764 – 1804), kemauan baik harus dinilai baik pada dirinya
sendiri terlepas dari apa pun juga. Dalam menilai seluruh tindakan kita,
kemauan baik harus selalu dinilai paling pertama dan menjadi kondisi dari
segalanya.
Ada 2
pokok yang ditekankan oleh Kant:
·
Tidak ada di dunia ini
yang dianggap baik tanpa kualifikasi kecuali kemauan baik.
·
Tindakan yang baik adalah
tindakan yang dijalankan demi kewajiban.
2.4.2.
Etika Teleologis
Teori ini
mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai atau
berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan tersebut.
Ada 2 aliran etika teleologis
·
Egoism
Menurut aliran yang dapat dinilai baik itu
adalah sesuatu yang memberi mandaat bagi kepentingan diri, kepada vakunya.
Sebab itu orang seperti ini disebut egoisme
·
Utilitarianisme
Paham ini menilai baik dan tidaknya, susila
atau tidak susilanya sesuatu, ditinjau dari segi kegunaan atau faedah yang
didatangkannya.
Dikenalkan ada 2 jenis yaitu:
ü Utilisme
Individual
Paham ini menganggap seseorang boleh bersikap
sesuai dengan situasi yang menguntungkan dirinya. Jadi boleh berpura-pura
hormat, bersikap menjilat asalkan perbuatan membwa keuntungan bagi
individu
ü Utilisme
Sosial
Paham ini beranggapan demi untuk kepentingan orang banyak tidak ada
berdusta, tidak apa bermulut manis. Dipakai dalam kelangkaan politis atau
diplomatik
Egoism
menilai baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan dan akibat dari
tindakan bagi diri sendiri, sedangkan utilisme menilai baik buruknya suatu
tindakan berdasarkan tujuan dan akibat dari tindakan bagi banyak orang.
2.4.3.
Universitas
Berarti
umum. Universalisme sebagai ajaran etika berarti sesuatu dapat dinilai baik
bila dapat memberikan kebaikan kepada orang banyak. Universalisem berarti
memikirkan kepentingan umum dimana kepentingan individu tidak terpadat di
dalamnya.
2.4.4.
Intuitionisme
Berasal
dari kata intuition: ilham, bisikan kalbu. Paham ini berpendapat bahwa baik
buruknya atau susah tidaknya dapat merupakan suatu pertimbangan rasa yang
timbul dari bisikan kalbu. Bukan merupakan pemikiran secara analisis tapi
dengan jalan perenungan dan semadi.
Menurut
psikologi dan sosiologi, ada 2 sumber kekuatan yang mempengaruhi perbuatan dan
kelakuan seseorang:
·
Ekstern : pengaruh pergaulan, ajaran/pendidikan,
kebudayaan
·
Intern : pengaruh cara berpikir, karsa/kemauan,
insting, dan kejiwaan.
2.4.5.
Hedonism
Berasal
dari kiat hedone : pleasure : kesenangan. Prinsipnya bahwa sesuatu dianggap
baik sesuai dengan kesenangan yang didatangkan. Jadi semua yang mendatangkan
kesusahan dianggap tidak baik.
Pengatnut
ajaran ini biasanya boros dan memburu kesenangan tanpa melihat halal-haramnya
2.4.6.
Eudemonisme
Berasal
dari kata eudaemonisme : happy : bahagia, dengan menitik beratkan pada rasa.
Prinsip ajaran menilai baik buruk sesuatu berdasarkan ada
tidaknya kebahagiaan yang didatangkan. Walau menempuh jalan yang susah tapi
didapatkan perasaan bahagia maka cara ini dianggap baik oleh aliran ini.
2.4.7.
Altruisem
Berasal dari
kata alteri : others : prinsipnya mengutamakan kepentingan orang sebagai lawan
kepentingan diri sendiri.
2.4.8.
Tradisional
Berasal
dari kata tradisional : kebiasaan, adat-istiadat. Menurut paham ini susah
tidaknya dinilai dari sebagai kebiasaan atau adat istiadat yang berlaku. Apa yang memperkukuh tradisi
dianggap baik dan yang menentang dianggap tidak baik.
2.5.
Etika
Pergaulan Sosial
Etika pergaulan sosial adalah sesuatu yang diperlukan
dalam kehidupan karena bagaimana bisa seseorang hidup tanpa melakukan interaksi
yakni melakukan pergaulan dengan orang di sekelilingnya. Sebab, pada dasarnya
manusia adalah makhluk sosial yang yang selalu berhubungan satu sama lain,
setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan serta memerlukan
bantuan orang lain. Adapun yang menjadi dasar dalam etika adalah:
a) Bersikap
sopan dan ramah kepada siapa saja.
b) Memberi perhatian kepada orang lain.
c) Berusaha selalu menjaga perasaan orang lain.
d) Bersikap ingin membantu.
e) Memiliki rasa toleransi yang tinggi.
f) Dapat menguasai diri, mengendalikan emosi dalam
situasi apapun.
2.5.1.
Etika pergaulan dengan orang yang lebih Tua
“Sebagian tanda memuliakan Allah adalah menghormati
orang Islam yang telah putih rambutnya (tua).” (H.R Abu Daud)
“Tiada seorang Pemuda yang menghormati orang yang tua
usianya, melainkan Allah akan menyediakan orang-orang yang akan hormati jika ia
telahtua usianya.” (H.R Tirmidzi)
“ Tidak termasuk golongaku yang tidak menyayangi orang
yang lebih (muda), dan tidak mengerti hak-hak orang yan lebih tua. Bukanlah
termasuk golonganku orang yang menipu kami, seorang mukmin yang lain, seperti
mencintai dirinya sendiri.” ( Tarbani dari Damrah)
Yang dimaksud lebih tua disini adalah para orang tua
kita yaitu nenek, paman, bibi, dan orang lain yang lebih tua dati kita. Kita
wajib menghormati mereka yakni orang tua yang telah memelihara,
membesarkan,mendidik, dan membiayai hidup kita. Karena tidak sedikit
pengorbanan yang mereka lakukan untuk membesarkan anak-anaknya. Namun,
tidak selayaknya kita mengabaikan apa yang diperintahkannya, serta kewajiban
menghormatinya serta menuruti segala nasehat dan perhatiannya. Oleh karena itu
tentulah kita harus memilii etika yang baik kepada mereka yakni dengan
menghormati, serta bersikap sopan dan santun.
Agama Islam juga mengajarkan agar kita selalu berlaku
hormat dan sopan kepada semua orang yang lebih tua, dari merekalah kita
memperoleh pengalaman, memperoleh ilmu untuk bekal masa yang akan datang.
Sebagaimana janji Rasulullah pula seseorang yang menghormati orang yang lebih
tua darinya maka kelak dia juga akan dihormati pada masa tuanya.
Adapun etika berbicara dengan orang yang lebih tua
yakni: berbicara bersopan dan santun, memperhatikan ia ketika sedang berbicara,
tidak boleh sombong dalam berbicara minsal berkedik pinggang hal tersebut
dinamakan kurang adat. Contoh lain saat bertanya kepada orang lain yakni sedang
dalam kereta atau mobil, maka jika hendak bertanya maka turunlah dari kereta
atau mobil yang dikendarai karena hal tersebut merupakan upaya yang kita
lakukan menghargai orang yang ditanyai dan terlihat lebih sopan.
2.5.2. Etika
Pergaulan dengan orang yang sebaya
“ Orang mukmin terhadap mukmin lainnya, tak ubahnya
bagaikan suatu bangunan yang bagian-bagiannya (satu sama lain kuat) kuat menguatakan.”
(HR. Muslim)
“ Barang siapa yang berjalan dalam upaya memenuhi
kebutuhan saudaranya, dan usaa ini berhasil adalah lebih baiak dari pada
beri’tikaf sepuluh tahun.” (HR. Baihaqi)
Sebaya disini berati sama usianya, maka dari itu
pergaulan sebaya sangatlah peting karena hal tersebut selalu dilakukan hampir
setiap hari dilingkungan masyarakat, oleh sebab itu diperlukan etika yang baik
dalam pergaulan sosial antara sebaya ini.
2.5.3. Etika Pergaulan Dengan Sesama Muslim
“ Hai orang-orang yang beriman jika datang kepadamu
orang fasik membawa satu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu
tidak menimpa suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang
menyebabkan kami menyesal atas perbuatanmu.”
(
QS. Al-Hujarat:6)
Maksud dari ayat diatas yakni pergaulan antara sesama
muslim berkaitan dengan peraturan-peraturan tentang pergaulan umat islam antar
satu golongan dengan golongan yang lain.
2.5.4. Etika Pergaulan Dengan Yang
Berbeda Agama
“ Hai manusia, sesunggunhnya kami menciptakan kamu
dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikanmu bersuku-suku dan
berbangsa-bangsa supaya kamu saling mengenal...”(QS. Al-Hujarat: 13)
Agama Islam menganjurkan kepada kita untuk bergaul
dengan yang berbeda agama. Sebab pada dasarnya mereka juga merupakan makhluk
ciptaan Tuhan hanya saja berbeda keyakinan.
2.5.5. Etika
makan bersama
“ Hai manusia makanlah yang halal lagi baik dari apa
yang terdapat dibumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena
setan itu adalah musuh yang nyata bagimu (QS. Al-Baqarah: 168)
Adapun yang menjadi etika dalam makan bersama antara
lain adalah:
a) Berpakaian sopan. Kebiasaan makan tanpa berbaju, itu
hanya berlaku bila anda makan sendirian dalam kamar sendiri. Tetapi bila anda
diundang kedalam suatu tempat untuk makan bersama maka hendaklah memakai
pakaian yang sopan.
b) Bunyi mulut, kebiasaan mengecap makanan atau mengunyah
dengan mulut berbunyi (seperti kuda makan) ini dala salah satu etika yang harus
di ubah apabila sedang makan bersama.
c) Gerak dan sikap. Etika juga membatasi gerak dan sikap
ketika makan bersama.
d) Cungkil gigi. Ini juga merupakan etika yang harus
diperhatikan, banyak masyarakat dalam makan bersama setelah selesai
makan mencungkil gigi yang membuat orang lain jijik.
e) Bangkit bersama. Apabila dalam jamuan makan bersama,
bila telah selesai makan hendaklah menunggu yang lain selesai jangan bangkit
terlebih dahulu, karena bila terjadi hal tersebut, menyebabkan adanya pandangan
kurangnya kesopanan pada pada diri kita.
2.5.6. Etika Pergaulan Dalam
Menerima Tamu
Menerima tamu berarti menerima hadirnya orang datang
dari luar. Adapun etika yang perlu diperhatikan dalam hal menerima tamu adalah:
a) Berpakaian
yang sopan saat menerima tamu
b) Menghormati
tamu
c) Berbicara
yang lemah lembut dan sopan terhadap tamu, dan lain sebagainya.
BAB III
PENUTUP
3.1.
Kesimpulan
Etika merupakan sesuatu yang mempelajari perilaku
manusia yang bersifat baik dan buruk. Etika juga berbicara mangenai nilai dan
norma moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya, system nilai ini
dapat berupa ajaran, nasehat, perintah, dan sesuatu yang diwariskan secara
turun temurun melalui agama, kebudayaan, dan bagaimana manusia harus hidup
secara baik agar menjadi manusia yang baik, yakni dalam pergaulan dan lain
sebagainya.
Karena dalam etika mengajarkan agar saling menghormati
dalam bergaul yakni kepada orang tua sendiri, orang tua yang lain. Etika juga
mengajarkan sikap sopan santun dalam bergaul sesama manusia karena hal
tersebut akan membuat hidup tentram dan nyaman.
Etika
adalah sebuah refleksi kritis dan rasional mengenai nilai dan norma moral yang
menentukan dan terwujud dalam sikap dan pola perilaku hidup manusia, baik
secara pribadi maupun kelompok.
Dalam
kaitannya dengan nilai dan norma, kita menemukan 2 macam etika, yaitu etika
deskriptif dan etika normatif. Adapun sistematika etika juga di bagi menjadi 2
kategori, yaitu etika umum dan etika khusus.
3.2. Saran
Etika adalah sesuatu yang diperlukan dalam kehidupan
di samping agama. Oleh karena itu diharapkan setelah mempelajari etika dapat
membentuk etika yang baik dalam diri seseorang baik itu selaku mahasiswa dan
masyarakat.
Dalam pergaulan sehari-hari di kita dituntut
memiliki etika yang baik agar dapat hidup berdampingan secara damai dan
harmonis dengan orang lain yang memiliki adat, budaya, suku, ras, agama dan
keyakinan yang berbeda dengan kita.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Kamil, Al Qur’an Terjemahan Darus
Sunnah
Salam Baharuddin, 1997 ETIKA SOSIAL Asas
Moral Dalam Kehidupan Manusia. PT RINEKA CIPTA, Jakarta
Robert C. Solomon, 1984. Etika:
Suatu Pengantar. Jakarta: Erlangga
http://jenjitpuriningtias.wordpress.com/2013/09/10/dunia-pergaulan-dan-etika-dalam-pergaulan/ (diambil Rabu,26-03-2014 jam 13:55)
www.bimbingan.org/pentingnya-etika-dalam-kehidupan-masyarakat.html (diambil, Rabu,
26-03-2014. jam 14:02 )
affand.abatasa.co.id/post/detail/254.html
(diambil Sabtu, 30-03-2014)
http://sibage.blogspot.co.id/2013/04/makalah-tentang-etika.html

Harrah's Cherokee Casino Resort - Mapyro
BalasHapusFind your way around 양산 출장마사지 the casino, find where everything is located with the 목포 출장마사지 cheapest and quickest ways to get from 삼척 출장샵 Harrah's Cherokee Casino 과천 출장샵 Resort to 상주 출장샵